Breaking News
Diduga Kelelahan Saat Bekerja di Sawah, Warga Monta Baru Meninggal Dunia Pemkab Dompu Serahkan Bantuan Alsintan untuk Dukung Produktivitas dan Swasembada Pangan Dompu, 19 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani penerima manfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung percepatan pra dan pascapanen di tingkat petani. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu. Kegiatan dihadiri Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P., perwakilan Kapolres Dompu Ipda Andre Wahyudi, S.H., anggota DPRD Kabupaten Dompu, pimpinan OPD, Camat Woja, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Woja, serta kelompok tani penerima bantuan. Dalam kegiatan tersebut, bantuan alsintan yang diserahkan terdiri dari 23 unit traktor roda dua, 2 unit combine harvester, dan 1 unit traktor roda empat. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima, penyerahan kunci kepada penerima manfaat serta uji coba alsintan oleh Bupati Dompu. Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu sektor penting bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat Dompu. “Bantuan alat dan mesin pertanian ini kita harapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu petani dalam mengolah lahan, mempercepat proses penanaman dan pemanenan, serta menangani hasil pertanian dengan lebih efektif dan efisien,” ujar Bambang Firdaus. Bupati menegaskan bahwa alsintan yang diberikan harus digunakan sesuai peruntukannya dan dikelola secara bersama-sama untuk kepentingan kelompok tani. “Saya meminta kepada seluruh kelompok tani penerima agar menjaga dan merawat bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Alsintan ini bukan untuk dikuasai secara pribadi, tetapi harus dimanfaatkan bersama oleh anggota kelompok sesuai kebutuhan dan peruntukannya,” tegasnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian melalui alsintan diharapkan mampu mengurangi biaya produksi, mempercepat proses pra dan pascapanen, meningkatkan kualitas serta jumlah produksi, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani. “Pemerintah daerah akan terus berupaya membangun sektor pertanian secara berkelanjutan. Namun, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan sinergi pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya. Sementara itu, Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan, S.H., menyampaikan bahwa jajaran Polsek Woja akan mendukung dan mengawal proses penyaluran bantuan agar berjalan aman, tertib dan tepat sasaran. “Kami dari Polsek Woja siap mengawal setiap tahapan penyaluran bantuan ini agar berjalan aman dan lancar. Kami juga akan melakukan koordinasi serta monitoring untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh kelompok tani yang telah ditetapkan,” ujar IPTU M. Norkurniawan. Kapolsek juga mengimbau seluruh pihak, khususnya kelompok tani penerima manfaat, agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya dan menjaga komunikasi apabila terdapat persoalan dalam pemanfaatan maupun pengelolaan alsintan. “Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas petani. Apabila ada permasalahan atau perbedaan pemahaman, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya. Dari sisi keamanan, Polsek Woja juga melakukan koordinasi dan monitoring sebagai langkah deteksi dini dan deteksi aksi guna mengantisipasi potensi kecemburuan sosial maupun persoalan antar kelompok tani terkait perbedaan jenis dan jumlah bantuan yang diterima. Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan bahwa Polri mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan. “Polres Dompu mendukung penuh program pemerintah daerah dalam membantu para petani. Bantuan alsintan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika. Ia menambahkan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat berjalan aman, tertib dan kondusif. “Jajaran Polres Dompu akan terus melakukan pengamanan, pengawalan dan monitoring secara humanis serta mengedepankan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kami berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. Seluruh rangkaian kegiatan penyerahan bantuan alsintan berakhir sekitar pukul 11.25 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu Polres Dompu Tingkatkan Sinergi Kamtibmas melalui Tatap Muka dengan Pemerintah Desa Sorisakolo Patroli Harkamtibmas Perintis Presisi Polres Dompu Ciptakan Situasi Kondusif Bhabinkamtibmas Madaprama Dampingi Petani Panen Bawang Merah dan Berikan Imbauan Kamtibmas
Berita  

“Layanan darurat Call Center 110” Polres Lotim Berhasil Bubarkan Balap Liar

Lombok Timur – Polres Lombok Timur membubarkan aksi balap liar di Jalan Raya Sukamulia–Rempung, tepatnya di depan Masjid Lendang Batu, Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat call center 110. Rabu sekira Pukul 22.27 Wita.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh personel dari Polsek Sukamulia yang segera mendatangi lokasi kejadian. Saat petugas tiba di tempat, para pelaku balap liar berhamburan melarikan diri untuk menghindari razia. Meski demikian, polisi berhasil mengamankan sejumlah pemuda guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Menurut keterangan warga setempat, ruas jalan tersebut memang kerap dijadikan arena balap liar, terutama pada waktu-waktu tertentu. Aksi tersebut tidak hanya melibatkan pemuda dari Sukamulia Timur, tetapi juga dari luar wilayah.

Warga mengaku sudah beberapa kali berupaya membubarkan kegiatan tersebut secara mandiri. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena para pelaku kerap kembali menggelar balap liar.
“Sering kita bubarkan, tapi masih saja ada balap liar,” ujar salah seorang warga, setempat.

Pembubaran aksi tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Sukamulia, Aiptu Dodi Dwi S. Dalam operasi itu, petugas mengamankan dua unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk balap liar.

Kedua kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Sukamulia dan selanjutnya akan diserahkan ke Polres Lombok Timur sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut.
“Sepeda motornya kita serahkan ke Polres nanti,” ujar Dodi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar turut mengawasi aktivitas anak-anaknya guna mencegah keterlibatan dalam aksi balap liar yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *