Kota Bima, NTB (26 Februari 2026) – Jajaran Polsek Rasanae Barat yang berada di bawah naungan Polres Bima Kota mengamankan dan mengevakuasi dua orang pemuda yang diduga hendak melakukan tindak pidana pencurian di Lingkungan Bedi, Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Kamis (26/2/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WITA.
Kedua pemuda tersebut diamankan setelah sebelumnya sempat dikejar warga usai diduga mencoba masuk ke salah satu rumah warga. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan potensi amukan massa, petugas langsung melakukan evakuasi ke Mapolsek Rasanae Barat.
Plh Kapolres Bima Kota AKBP Hariyanto, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Suratno menjelaskan, identitas kedua pemuda yang diamankan masing-masing berinisial FE (25), mahasiswa asal Desa Kalejena, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, dan KU, warga Lingkungan Dara, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Kronologis Kejadian
Berdasarkan keterangan Abdul Munir (47), warga Lingkungan Bedi, sekitar pukul 02.30 WITA dirinya bersama istri berada di dalam rumah ketika melihat bayangan seseorang memanjat dan melompati tembok pagar rumahnya. Orang tersebut berjalan mengendap-endap menuju arah dapur.
“Saya dan istri spontan berteriak ‘maling-maling’. Kedua orang tersebut langsung melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya yang terparkir sekitar 20 meter dari rumah,” ungkapnya.
Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian melakukan pengejaran dan pencarian. Namun, kedua terduga belum sempat mengambil barang apapun dari dalam rumah. Di dapur, terdapat kompor gas, tabung gas, beras dan peralatan dapur yang diduga menjadi sasaran.
Sementara itu, Gopa (40), warga setempat, menerangkan bahwa ia mendengar teriakan warga sekitar pukul 02.30 WITA dan langsung ikut bersama warga melakukan pengejaran. Setelah sekitar satu jam pencarian, kedua terduga ditemukan sedang berdiri di sebuah showroom penjualan sepeda motor di Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda.
Keduanya kemudian dibawa dan diamankan sementara di rumah Aiptu H. Syafrudin di Lingkungan Bedi.
Mendapat laporan tersebut, piket Polsek Rasanae Barat bersama piket jaga Polres Bima Kota segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Personel patroli Polsek Rasanae Barat, Patmor serta Tim Opsnal Polres Bima Kota tiba di lokasi dan langsung mengamankan kedua pemuda tersebut guna menghindari amukan warga.
Selanjutnya, kedua terduga dibawa menggunakan kendaraan patroli dan diamankan di Mapolsek Rasanae Barat untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Rasanae Barat mengimbau masyarakat agar tetap menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian serta tidak main hakim sendiri apabila mendapati dugaan tindak pidana di lingkungan masing-masing.
Related News
Pemkab Dompu Serahkan Bantuan Alsintan untuk Dukung Produktivitas dan Swasembada Pangan Dompu, 19 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani penerima manfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung percepatan pra dan pascapanen di tingkat petani. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu. Kegiatan dihadiri Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P., perwakilan Kapolres Dompu Ipda Andre Wahyudi, S.H., anggota DPRD Kabupaten Dompu, pimpinan OPD, Camat Woja, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Woja, serta kelompok tani penerima bantuan. Dalam kegiatan tersebut, bantuan alsintan yang diserahkan terdiri dari 23 unit traktor roda dua, 2 unit combine harvester, dan 1 unit traktor roda empat. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima, penyerahan kunci kepada penerima manfaat serta uji coba alsintan oleh Bupati Dompu. Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu sektor penting bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat Dompu. “Bantuan alat dan mesin pertanian ini kita harapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu petani dalam mengolah lahan, mempercepat proses penanaman dan pemanenan, serta menangani hasil pertanian dengan lebih efektif dan efisien,” ujar Bambang Firdaus. Bupati menegaskan bahwa alsintan yang diberikan harus digunakan sesuai peruntukannya dan dikelola secara bersama-sama untuk kepentingan kelompok tani. “Saya meminta kepada seluruh kelompok tani penerima agar menjaga dan merawat bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Alsintan ini bukan untuk dikuasai secara pribadi, tetapi harus dimanfaatkan bersama oleh anggota kelompok sesuai kebutuhan dan peruntukannya,” tegasnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian melalui alsintan diharapkan mampu mengurangi biaya produksi, mempercepat proses pra dan pascapanen, meningkatkan kualitas serta jumlah produksi, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani. “Pemerintah daerah akan terus berupaya membangun sektor pertanian secara berkelanjutan. Namun, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan sinergi pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya. Sementara itu, Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan, S.H., menyampaikan bahwa jajaran Polsek Woja akan mendukung dan mengawal proses penyaluran bantuan agar berjalan aman, tertib dan tepat sasaran. “Kami dari Polsek Woja siap mengawal setiap tahapan penyaluran bantuan ini agar berjalan aman dan lancar. Kami juga akan melakukan koordinasi serta monitoring untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh kelompok tani yang telah ditetapkan,” ujar IPTU M. Norkurniawan. Kapolsek juga mengimbau seluruh pihak, khususnya kelompok tani penerima manfaat, agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya dan menjaga komunikasi apabila terdapat persoalan dalam pemanfaatan maupun pengelolaan alsintan. “Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas petani. Apabila ada permasalahan atau perbedaan pemahaman, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya. Dari sisi keamanan, Polsek Woja juga melakukan koordinasi dan monitoring sebagai langkah deteksi dini dan deteksi aksi guna mengantisipasi potensi kecemburuan sosial maupun persoalan antar kelompok tani terkait perbedaan jenis dan jumlah bantuan yang diterima. Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan bahwa Polri mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan. “Polres Dompu mendukung penuh program pemerintah daerah dalam membantu para petani. Bantuan alsintan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika. Ia menambahkan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat berjalan aman, tertib dan kondusif. “Jajaran Polres Dompu akan terus melakukan pengamanan, pengawalan dan monitoring secara humanis serta mengedepankan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kami berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. Seluruh rangkaian kegiatan penyerahan bantuan alsintan berakhir sekitar pukul 11.25 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu