Mataram, NTB – Lapangan Umum Rembige dipenuhi suara langkah kecil yang bergerak serempak. Sesekali terdengar aba-aba tegas, disusul gerakan para siswa yang berusaha menyesuaikan diri. Bagi siswa-siswi Kelas 3 SDN 05 Rembige, latihan tersebut bukan sekadar belajar baris-berbaris, tetapi menjadi pengalaman sederhana untuk mengenal arti disiplin, kekompakan dan tanggung jawab.
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Rembige, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-05/Mataram, Serka M. Ali, bersama siswa-siswi Kelas 3 SDN 05 Rembige di Lapangan Umum Rembige, Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Jumat (25/9/2026).
Belajar Disiplin Melalui PBB
Dalam kegiatan itu, Serka M. Ali memberikan materi dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB). Materi meliputi sikap sempurna, sikap istirahat, penghormatan, gerakan di tempat hingga gerakan berjalan.
Setiap gerakan diberikan secara bertahap dengan bahasa yang sederhana. Pendekatan tersebut dilakukan agar materi mudah dipahami dan dipraktikkan oleh siswa sesuai usia serta kemampuan mereka.
Menurut Serka M. Ali, latihan PBB memiliki nilai pendidikan yang lebih luas. Selain mengenalkan tata cara baris-berbaris, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kebiasaan positif sejak usia dini.
“Latihan PBB ini kami berikan sebagai salah satu cara untuk membentuk karakter anak-anak sejak dini. Kami berharap para siswa semakin disiplin, percaya diri, kompak dan mampu bekerja sama dengan teman-temannya,” ujar Serka M. Ali di sela kegiatan.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh melalui latihan PBB diharapkan tidak berhenti di lapangan. Kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan dan rasa tanggung jawab dapat diterapkan siswa dalam mengikuti pelajaran maupun kehidupan sehari-hari.
Langkah Kecil, Nilai Besar
Meski masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap aba-aba yang diberikan. Mereka berusaha menirukan gerakan Babinsa dengan penuh semangat.
Kesalahan gerakan pun menjadi bagian dari proses belajar. Dengan arahan dan contoh secara berulang, para siswa perlahan mampu bergerak lebih teratur dan kompak.
Guru turut mendampingi kegiatan sehingga suasana latihan tetap tertib, tetapi tidak terasa kaku. Interaksi tersebut membuat kegiatan pembinaan berlangsung lebih menyenangkan dan mudah diterima oleh anak-anak.
Guru Olahraga SDN 5 Rembige, Burhanudin, S.Pd., menyambut positif kegiatan pembinaan yang dilaksanakan Babinsa. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan manfaat bagi siswa, terutama dalam membangun kedisiplinan, kebersamaan dan rasa tanggung jawab sejak usia dini.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para siswa. Selain mendapatkan pengalaman baru, anak-anak juga belajar disiplin, kebersamaan dan mengikuti aturan dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Burhanudin, S.Pd.
Sinergi Babinsa dan Sekolah
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara Babinsa dan lingkungan pendidikan. Kehadiran Babinsa di sekolah tidak hanya berkaitan dengan pembinaan kewilayahan, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
Melalui kegiatan yang sederhana namun dilakukan secara konsisten, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, percaya diri dan mampu bekerja sama.
Burhanudin berharap komunikasi serta kerja sama antara pihak sekolah dan Babinsa dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan pembinaan siswa.
“Sinergi antara Babinsa dan pihak sekolah diharapkan terus terjalin untuk mendukung pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab dan memiliki semangat kebangsaan,” pungkasnya.
Dari lapangan sederhana di Rembige, para siswa hari itu belajar bahwa setiap langkah harus dilakukan dengan tertib. Sebuah pelajaran kecil yang, jika dibiasakan sejak dini, dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka menuju masa depan.





