Lombok Barat, NTB – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjadi prioritas utama jajaran kepolisian dalam menjamin kenyamanan warga, terutama pada jam-jam rawan tindak kriminalitas. Menanggapi hal tersebut, Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Lombok Barat kembali mengerahkan Tim Patroli Perintis Presisi untuk menyisir titik-titik krusial di wilayah hukumnya guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Pada Sabtu dini hari, 25 April 2026, fokus pengamanan diarahkan ke wilayah Desa Eyat Mayang, Kabupaten Lombok Barat. Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat serta hasil pemetaan wilayah yang membutuhkan pengawasan ekstra pada waktu malam hingga menjelang subuh.
Antisipasi Aksi Kriminalitas 3C dan Balap Liar
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 01.55 WITA ini menyasar pada pencegahan aksi kriminalitas yang dikenal dengan istilah 3C, yakni Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Selain itu, petugas juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi aksi balap liar yang seringkali meresahkan pengguna jalan dan warga sekitar pada dini hari.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan adalah upaya nyata untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan. Menurutnya, keberadaan lampu rotator biru yang menyala di tengah kegelapan malam bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kehadiran negara dalam menjaga masyarakat.
“Kami menerjunkan personel dari Tim Patroli Perintis Presisi untuk menyisir kawasan Desa Eyat Mayang. Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan 3C untuk beraksi, serta membubarkan jika ditemukan adanya indikasi balap liar yang dapat membahayakan nyawa masyarakat maupun pelaku itu sendiri,” ujar Iptu Eko Nugroho, S.H. dalam keterangannya.
Kedepankan Pendekatan Dialogis dengan Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, patroli kali ini melibatkan empat personel bersenjata lengkap dan kendaraan dinas yang mumpuni. Namun, meskipun mengedepankan sisi preventif, personel di lapangan tetap menggunakan pendekatan humanis melalui dialog langsung dengan warga yang masih beraktivitas di luar rumah.
Tim Patroli Perintis Presisi berhenti di beberapa titik untuk berbincang dengan warga, tokoh pemuda, dan petugas keamanan lingkungan (Satpam/Linmas) setempat. Dialog ini bertujuan untuk menyerap informasi terkini mengenai situasi keamanan di tingkat desa sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya kewaspadaan mandiri.
Iptu Eko Nugroho menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Tanpa kerja sama yang baik antara warga dan kepolisian, pengamanan wilayah tidak akan berjalan maksimal.
“Tim di lapangan berdialogis dengan masyarakat terkait dengan perkembangan situasi di seputaran dan memberikan pesan-pesan Kamtibmas. Kami meminta warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan melalui call center kepolisian jika melihat hal-hal yang mencurigakan, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” lanjutnya.
Komitmen Keamanan Berkelanjutan di Lombok Barat
Desa Eyat Mayang, yang menjadi salah satu wilayah dengan dinamika aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, mendapatkan apresiasi dari tim patroli karena kesadaran warga dalam menjaga keamanan lingkungan dinilai cukup baik. Meski demikian, pihak Polres Lombok Barat memastikan bahwa patroli serupa akan terus dilakukan secara konsisten di berbagai wilayah lain secara acak dan berkala.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di Desa Eyat Mayang terpantau aman terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas yang menonjol maupun aktivitas balap liar yang biasanya marak di akhir pekan. Secara umum, kegiatan patroli berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.
Langkah konsisten dari Sat Samapta Polres Lombok Barat ini diharapkan dapat memberikan rasa aman yang berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Lombok Barat. Dengan adanya pengawasan ketat dari Tim Patroli Perintis Presisi, diharapkan angka kriminalitas dapat ditekan secara signifikan sehingga roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat dapat berjalan tanpa rasa khawatir.




