LEMBAR – Kondisi arus lalu lintas dan antrian kendaraan pengangkut ternak sapi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, menunjukkan tren yang semakin kondusif. Berdasarkan pemantauan terbaru pada akhir April 2026, volume antrian truk yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, kini terpantau sangat landai dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
Langkah strategis yang dilakukan oleh pihak kepolisian bersama otoritas pelabuhan dalam mengatur ritme keberangkatan kapal nampaknya membuahkan hasil positif. Hal ini terlihat dari minimnya penumpukan kendaraan di kantong-kantong parkir yang telah disediakan, baik di area PT. ASDP maupun kawasan PT. Pelindo.
Monitoring Intensif di Kawasan Pelabuhan Lembar
Aparat kepolisian terus melakukan pengawasan melekat untuk memastikan kelancaran distribusi logistik, khususnya komoditas ternak yang menjadi salah satu prioritas pengiriman dari Pulau Lombok. Pada Selasa, 28 April 2026, sejak pukul 01.00 WITA, personel kepolisian telah melakukan monitoring perkembangan situasi di titik-titik krusial, yakni Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) Pelabuhan PT. ASDP Lembar dan RTK Gilimas PT. Pelindo Lembar.
Berdasarkan data lapangan, kepadatan kendaraan pengangkut ternak sudah tidak lagi terlihat di jalur utama. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, memberikan keterangan resminya terkait situasi terkini di gerbang laut utama Lombok tersebut.
“Hingga dini hari ini, dapat kami laporkan bahwa jumlah antrian truk bermuatan sapi yang masih menunggu di RTK Pelabuhan Gilimas PT. Pelindo Lembar tercatat hanya tersisa 2 unit kendaraan. Sementara itu, untuk antrian di sepanjang jalan Segenter menuju Gili Mas terpantau nihil, yang artinya seluruh kendaraan telah tertampung di dalam area pelabuhan,” ujar Iptu Imran dalam keterangannya.
Rekapitulasi Pengiriman: 734 Unit Kendaraan Telah Menyeberang
Kelancaran ini tidak lepas dari intensitas jadwal keberangkatan kapal yang cukup tinggi sejak akhir Maret lalu. Pihak kepolisian mencatat akumulasi yang signifikan dalam distribusi ternak melalui Pelabuhan Gilimas. Hingga saat ini, total kendaraan muat ternak sapi yang telah berhasil diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Wangi mencapai 732 unit truk tronton dan 2 unit kendaraan pickup.
Data tersebut menunjukkan adanya lonjakan pengiriman yang terkelola dengan baik melalui beberapa armada kapal besar seperti KM Mutiara Barat, KM Mutiara Sentosa III, dan KM Mutiara Ferindo II. Sebagai contoh, pada pertengahan April, volume pengiriman sempat menyentuh angka tertinggi, di mana pada tanggal 12 April 2026, gabungan pemuatan mencapai 69 unit truk dalam satu hari.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak operator kapal dan otoritas pelabuhan untuk mengoptimalkan kapasitas muat. Penggunaan kapal-kapal dengan kapasitas besar sangat membantu dalam mengurai potensi antrian panjang di luar area pelabuhan,” lanjut Iptu Imran.
Detail Jadwal Pemuatan dan Distribusi Logistik
Secara rinci, operasional pengiriman selama satu bulan terakhir menunjukkan konsistensi yang stabil. Pada periode akhir April, aktivitas pemuatan tetap terjaga meskipun volume antrian mulai berkurang. Tercatat pada 25 April 2026, KM Mutiara Sentosa 3 mengangkut 14 unit truk, disusul oleh KM Mutiara Barat pada 26 April dengan 9 unit truk, dan terakhir pada 27 April kemarin, KM Sentosa III mengangkut 5 unit truk tersisa.
Pola pengiriman ini menunjukkan bahwa masa puncak keberangkatan ternak sapi telah terlewati dengan manajemen lalu lintas yang efektif. Iptu Imran menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar kosong dan stabil guna mencegah terjadinya pungutan liar atau gangguan keamanan di sekitar area parkir tunggu.
“Prioritas kami adalah memastikan keamanan para sopir dan kondisi kesehatan ternak selama menunggu proses pemuatan. Dengan situasi yang landai seperti saat ini, kami harap distribusi pangan dan logistik asal NTB ke wilayah Jawa tetap berjalan tanpa hambatan berarti,” pungkasnya.
Kondisi yang terkendali ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha peternakan dan penyedia jasa transportasi yang menggantungkan distribusinya melalui Pelabuhan Lembar. Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jasa untuk tetap mematuhi antrian dan prosedur yang berlaku demi kenyamanan bersama.





