Polsek Dompu jajaran Polres Dompu berhasil mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Dusun Saka, Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 00.30 WITA.
Peristiwa tersebut melibatkan terduga pelaku berinisial R (20) yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap korban W, seorang laki-laki yang berdomisili di Dusun Karampa Amu, Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu.
Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula dari adu mulut antara korban dan para terduga pelaku terkait persoalan jasa buruh pikul gabah padi. Teguran yang disampaikan korban diduga membuat para pelaku tersinggung.
Selanjutnya, para pelaku memanggil rekan-rekan lainnya untuk mencari keberadaan korban dengan membawa senjata tajam berupa parang, kapak, dan tombak.
Setelah menemukan korban, salah satu terduga pelaku berinisial H langsung melakukan pembacokan terhadap korban hingga korban terjatuh dan mengalami luka serius. Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju Polres Dompu dalam kondisi berlumuran darah.
Petugas piket SPKT yang menerima korban segera mengambil tindakan cepat dengan mengantar korban ke RSUD Dompu untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolsek Dompu IPTU Ade Helmi, S.H. memerintahkan Tim Khusus (Timsus) Polsek Dompu untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para terduga pelaku.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 00.30 WITA, terduga pelaku R diketahui berada di rumah mertuanya di Dusun Saka, Desa Manggeasi. Tim segera bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengamankan terduga pelaku yang saat itu sedang tertidur tanpa perlawanan.
Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Sat Reskrim Polres Dompu untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara itu, satu terduga pelaku lainnya yang diduga sebagai pelaku utama pembacokan masih dalam pengejaran petugas.
Kapolsek Dompu, IPTU Ade Helmi, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk tindak pidana kekerasan di wilayah hukumnya.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku tindak kekerasan, terlebih yang menggunakan senjata tajam. Proses hukum akan kami tegakkan secara profesional dan transparan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dalam menyelesaikan persoalan. Setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan secara musyawarah atau dilaporkan kepada pihak kepolisian,” tegas IPTU Helmi.
Beliau juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aksi balas dendam atau main hakim sendiri yang justru dapat memperkeruh situasi.
Secara terpisah, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran Polsek Dompu dalam menangani laporan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas respons cepat anggota di lapangan dalam menangani kejadian ini sehingga situasi dapat segera dikendalikan. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar IPTU Nyoman.
Pihak kepolisian juga telah melakukan langkah-langkah preventif berupa penggalangan terhadap keluarga korban maupun keluarga pelaku guna mencegah potensi konflik lanjutan.
Polres Dompu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengimbau seluruh warga agar bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai di wilayah Kabupaten Dompu.
Related News
Pemkab Dompu Serahkan Bantuan Alsintan untuk Dukung Produktivitas dan Swasembada Pangan Dompu, 19 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani penerima manfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung percepatan pra dan pascapanen di tingkat petani. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu. Kegiatan dihadiri Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P., perwakilan Kapolres Dompu Ipda Andre Wahyudi, S.H., anggota DPRD Kabupaten Dompu, pimpinan OPD, Camat Woja, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Woja, serta kelompok tani penerima bantuan. Dalam kegiatan tersebut, bantuan alsintan yang diserahkan terdiri dari 23 unit traktor roda dua, 2 unit combine harvester, dan 1 unit traktor roda empat. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima, penyerahan kunci kepada penerima manfaat serta uji coba alsintan oleh Bupati Dompu. Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu sektor penting bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat Dompu. “Bantuan alat dan mesin pertanian ini kita harapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu petani dalam mengolah lahan, mempercepat proses penanaman dan pemanenan, serta menangani hasil pertanian dengan lebih efektif dan efisien,” ujar Bambang Firdaus. Bupati menegaskan bahwa alsintan yang diberikan harus digunakan sesuai peruntukannya dan dikelola secara bersama-sama untuk kepentingan kelompok tani. “Saya meminta kepada seluruh kelompok tani penerima agar menjaga dan merawat bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Alsintan ini bukan untuk dikuasai secara pribadi, tetapi harus dimanfaatkan bersama oleh anggota kelompok sesuai kebutuhan dan peruntukannya,” tegasnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian melalui alsintan diharapkan mampu mengurangi biaya produksi, mempercepat proses pra dan pascapanen, meningkatkan kualitas serta jumlah produksi, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani. “Pemerintah daerah akan terus berupaya membangun sektor pertanian secara berkelanjutan. Namun, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan sinergi pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya. Sementara itu, Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan, S.H., menyampaikan bahwa jajaran Polsek Woja akan mendukung dan mengawal proses penyaluran bantuan agar berjalan aman, tertib dan tepat sasaran. “Kami dari Polsek Woja siap mengawal setiap tahapan penyaluran bantuan ini agar berjalan aman dan lancar. Kami juga akan melakukan koordinasi serta monitoring untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh kelompok tani yang telah ditetapkan,” ujar IPTU M. Norkurniawan. Kapolsek juga mengimbau seluruh pihak, khususnya kelompok tani penerima manfaat, agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya dan menjaga komunikasi apabila terdapat persoalan dalam pemanfaatan maupun pengelolaan alsintan. “Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas petani. Apabila ada permasalahan atau perbedaan pemahaman, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya. Dari sisi keamanan, Polsek Woja juga melakukan koordinasi dan monitoring sebagai langkah deteksi dini dan deteksi aksi guna mengantisipasi potensi kecemburuan sosial maupun persoalan antar kelompok tani terkait perbedaan jenis dan jumlah bantuan yang diterima. Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan bahwa Polri mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan. “Polres Dompu mendukung penuh program pemerintah daerah dalam membantu para petani. Bantuan alsintan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika. Ia menambahkan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat berjalan aman, tertib dan kondusif. “Jajaran Polres Dompu akan terus melakukan pengamanan, pengawalan dan monitoring secara humanis serta mengedepankan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kami berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. Seluruh rangkaian kegiatan penyerahan bantuan alsintan berakhir sekitar pukul 11.25 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu