LOMBOK BARAT – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kepolisian Resor Lombok Barat terus meningkatkan intensitas kehadiran personel di lapangan. Fokus utama kali ini menyasar area pemukiman padat penduduk yang dinilai rawan terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama pada jam-jam istirahat warga.
Pada Jumat malam, 1 Mei 2026, personel Unit Patroli Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan patroli preventif yang menyasar kawasan perumahan di wilayah Kecamatan Labuapi. Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini sekaligus upaya meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan, khususnya terkait tindak pidana 3C (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor).
Fokus Keamanan di Pemukiman Padat Penduduk Terong Tawah
Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 23.35 WITA ini memusatkan perhatian pada Perumahan Muhajirin Asri, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan lokasi ini didasari atas karakteristik wilayah yang merupakan pemukiman padat, di mana mobilitas warga yang mulai menurun di tengah malam seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kejahatan.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah malam bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan masyarakat dapat beristirahat dengan tenang. Menurutnya, patroli ini adalah bagian dari strategi “blue light patrol” yang mengedepankan aspek pencegahan.
“Kami mengarahkan personel untuk masuk hingga ke gang-gang perumahan dan titik-titik yang minim penerangan. Tujuannya jelas, yakni memberikan rasa aman secara psikologis bagi warga dan memberikan efek gentar (deterrent effect) bagi siapa saja yang berniat melakukan tindak pidana di wilayah hukum Polres Lombok Barat,” ujar Iptu Eko Nugroho dalam keterangannya.
Komunikasi Dialogis dan Edukasi kepada Petugas Keamanan
Dalam pelaksanaannya, personel Unit Patroli tidak hanya melintasi area dengan kendaraan dinas, tetapi juga melakukan pendekatan persuasif melalui komunikasi dialogis. Para personel menghampiri petugas keamanan atau security perumahan serta penjaga malam yang sedang bertugas. Hal ini dilakukan untuk membangun sinergi antara kepolisian dan unsur pengamanan swakarsa dalam menjaga kondusivitas lingkungan.
Iptu Eko Nugroho menambahkan bahwa peran security sangat vital sebagai lini terdepan di area perumahan. Pihaknya memberikan instruksi khusus agar para penjaga malam tetap waspada dan tidak lengah, terutama saat memasuki waktu-waktu rawan antara tengah malam hingga menjelang subuh.
“Kami berpesan kepada petugas keamanan di Perumahan Muhajirin Asri agar rutin melakukan patroli keliling di dalam area komplek. Jangan hanya berdiam diri di pos. Selain itu, kami menghimbau agar pintu portal segera ditutup jika waktu sudah larut malam guna mengantisipasi orang asing atau pihak yang tidak berkepentingan masuk ke area pemukiman tanpa identitas yang jelas,” tegas Iptu Eko.
Upaya Menciptakan Harkamtibmas yang Kondusif
Kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pada waktu malam hari, merupakan bentuk nyata dari fungsi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dengan adanya interaksi langsung melalui patroli dialogis, masyarakat merasa lebih dekat dan tidak segan untuk melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan mereka.
Hingga kegiatan berakhir pada dini hari, situasi di wilayah Desa Terong Tawah dan sekitarnya terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya aktivitas yang mencurigakan maupun gangguan Kamtibmas yang menonjol. Namun, pihak Polres Lombok Barat memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan di berbagai titik lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Barat.
Upaya preventif ini diharapkan dapat menekan angka kriminalitas secara signifikan. Selain patroli kepolisian, masyarakat juga diajak untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan selalu memastikan kendaraan serta pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat sebelum beristirahat. Melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat, diharapkan wilayah Lombok Barat tetap menjadi daerah yang aman bagi seluruh warganya.





