Lombok Barat, NTB – Komitmen TNI dalam mendukung pembangunan desa terus diwujudkan melalui peran aktif Bintara Pembina Desa (Babinsa) di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan wilayah, Babinsa juga hadir mengawal pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan warga. Salah satunya terlihat saat Babinsa Desa Peteluan Indah, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, Sertu Muhasim, melaksanakan monitoring pembangunan jalan usaha tani di Dusun Manjeli Permai, Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan bertujuan memastikan proses pemasangan paving blok berjalan sesuai rencana, aman, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya para petani yang setiap hari memanfaatkan akses tersebut untuk mengangkut hasil pertanian.
Pembangunan jalan usaha tani tersebut memiliki panjang 250 meter dengan lebar 3 meter. Program ini bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Barat sebagai tindak lanjut usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Tahun Anggaran 2025.
Dalam pelaksanaan monitoring, Sertu Muhasim didampingi Kepala Kewilayahan Dusun Manjeli Permai, Sari Kasim, serta enam orang pekerja yang tengah menyelesaikan pemasangan paving blok. Kehadiran Babinsa menjadi bentuk pendampingan sekaligus pengawasan agar pekerjaan berlangsung tertib, aman, dan sesuai sasaran.
Menurut Sertu Muhasim, “pembangunan infrastruktur pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas masyarakat desa. Jalan usaha tani yang layak akan mempermudah mobilitas petani menuju lahan, mempercepat distribusi hasil panen, serta mengurangi biaya angkut sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Selain melakukan pemantauan teknis, Babinsa juga memberikan motivasi kepada para pekerja agar tetap mengutamakan kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, serta semangat gotong royong yang menjadi ciri khas pembangunan di pedesaan.
“Pembangunan jalan usaha tani merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat,” Ucap Sari Kasim, Kepala Kewilayahan Manjeli Timur.
“Dengan akses yang semakin baik, diharapkan aktivitas pertanian menjadi lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan hasil produksi para petani di Desa Peteluan Indah,” tambahnya.
Kehadiran Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan juga mencerminkan sinergi yang erat antara TNI, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Kehadiran Babinsa di lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan rasa aman sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan bersama.





