Lombok Barat, NTB – Sinergitas TNI-Polri kembali ditunjukkan dalam pengamanan kegiatan Istigasah dan doa bersama yang digelar keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Melalui pendekatan humanis, persuasif, dan mengedepankan asas kemasyarakatan, aparat keamanan memastikan kegiatan yang dihadiri sekitar 500 alumni, santri, jamaah, dan masyarakat berlangsung aman, tertib, serta penuh kekhusyukan, Jum’at sore (17/7/2026).
Pengamanan dilaksanakan secara terpadu oleh personel Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram bersama jajaran Polres Lobar dan Polsek Kediri. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, personel di lapangan juga melakukan pengaturan arus lalu lintas, memberikan pelayanan kepada peserta, serta membangun komunikasi aktif dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan panitia pelaksana guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Mewakili Komandan Kodim 1606/Mataram, Peltu M. Baiqhaqi Komandan Pos Ramil (Danposramil) Kediri Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung, menegaskan bahwa kehadiran TNI bersama Polri merupakan bagian dari komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan keagamaan maupun menyampaikan aspirasi secara damai.
“TNI bersama Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Pengamanan kami laksanakan secara humanis dengan mengedepankan komunikasi, pelayanan, dan pendekatan kemasyarakatan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib, aman, serta tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Peltu M. Baiqhaqi.
Ia menambahkan, koordinasi yang baik antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan panitia pelaksana menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama kegiatan berlangsung.
“TNI-Polri akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Melalui komunikasi yang baik serta pendekatan persuasif, kami berharap setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, damai, dan kondusif,” tambah Danposramil Kediri tersebut.
Sementara itu, kegiatan istigasah dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny, Drs. TGH. Muchlis Ibrahim, M.Si., sebagai ikhtiar spiritual sekaligus penyampaian sikap keluarga besar pondok terkait pemberitaan yang dinilai menggunakan visual Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny dalam tayangan media nasional mengenai peristiwa yang disebut terjadi di wilayah lain.
Dalam kesempatan tersebut, pihak yayasan menyampaikan harapan agar setiap produk jurnalistik disajikan secara akurat, berimbang, dan sesuai fakta sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Pihak yayasan juga menyampaikan telah menempuh langkah konstitusional dengan mengajukan somasi kepada media yang bersangkutan. Langkah tersebut meliputi permintaan penghentian penggunaan visual Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny yang dinilai tidak sesuai dengan fakta, penyampaian hak jawab, hak koreksi, klarifikasi, perbaikan pemberitaan, serta permohonan maaf sesuai ketentuan yang berlaku.
Para alumni yang hadir menyatakan dukungan terhadap upaya penyelesaian persoalan melalui jalur hukum dan mekanisme yang berlaku. Mereka juga mengajak seluruh keluarga besar pondok untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta terus memelihara situasi yang aman dan kondusif.
Selama kegiatan berlangsung, aparat TNI-Polri secara aktif memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar menjaga ketertiban umum, menghormati proses hukum, serta tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Pendekatan dialogis dan pelayanan yang diterapkan aparat mendapat respons positif dari peserta sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh kekhidmatan.
Kegiatan yang dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, alumni, santri, dan jamaah tersebut berakhir sekitar pukul 16.00 WITA dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi wujud nyata sinergitas TNI-Polri bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Melalui pendekatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, TNI-Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga.




