Bhabinkamtibmas Desa Soritatanga Polsek Pekat, AIPDA Muhtar melaksanakan pemantauan hasil panen jagung milik warga binaan yang sedang dijemur di Dusun Soritatanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas 2045. Adapun lahan jagung milik warga atas nama Mursini seluas 2 hektar dengan varietas jagung hibrida merk ADV Jagung dan usia tanaman mencapai 120 hari, dengan estimasi hasil panen sekitar 16 hingga 18 ton JPK.
Dalam kesempatan tersebut, AIPDA Muhtar memberikan motivasi kepada warga agar terus meningkatkan kualitas dan hasil panen pertanian guna menunjang perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar.
Kapolsek Pekat, IPTU Jubaidin berharap masyarakat dapat mendistribusikan hasil panen ke gudang Bulog agar kebutuhan pangan nasional tetap terpenuhi serta harga jagung sesuai standar nasional dapat tersalurkan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Dompu, AKBP Sodikin Fahrojin Nur S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu, IPTU I Nyoman Suardika mengapresiasi peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat petani serta mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional.
Related News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.