Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, personel SPKT Polres Dompu bersama piket fungsi melaksanakan kegiatan patroli harkamtibmas di sejumlah titik wilayah Kabupaten Dompu, Kamis malam (21/05/2026).
Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh PAMAPTA III IPDA Muhammad Ridwan, S.H bersama personel piket fungsi SPKT, Intelkam, Lalu Lintas dan Reserse dengan menyasar sejumlah lokasi keramaian dan pusat aktivitas masyarakat seperti RTH Karijawa, Kandai Satu, Kandai Dua, Terminal Ginte, Dorotangga, SPBU Dompu, Taman Kota hingga Pasar Atas Dompu.
Dalam pelaksanaan patroli, personel memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, juru parkir serta para penumpang terminal agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas seperti pencurian dan menjaga barang bawaan masing-masing.
Selain itu, personel patroli juga melakukan pendekatan humanis kepada para remaja yang melakukan aktivitas balap lari agar tidak disertai praktik taruhan maupun perjudian yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Sebelum pelaksanaan patroli, PAMAPTA III IPDA Muhammad Ridwan, S.H memberikan arahan dan AAP kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas sesuai SOP, mengedepankan sikap humanis serta tetap menjaga keselamatan selama bertugas di lapangan.
“Kami menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan patroli secara maksimal sesuai SOP, tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat dan hadir memberikan rasa aman di tengah masyarakat,” ujar IPDA Ridwan.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa kegiatan patroli rutin tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Dompu dalam menjaga keamanan wilayah dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.
“Patroli harkamtibmas rutin dilaksanakan sebagai langkah preventif guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kehadiran personel Polri di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa nyaman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ungkap IPTU Nyoman.
Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Dompu terpantau aman, tertib dan kondusif.
Related News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.