Dalam rangka meningkatkan disiplin dan profesionalisme petugas keamanan, Ps. Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Dompu melaksanakan kunjungan dan memberikan arahan kepada personel satpam yang sedang melaksanakan piket jaga di Bank BSI Syariah Dompu, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Bank BSI Syariah Dompu, Jalan Nusantara No. 29, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu tersebut dipimpin oleh AIPDA Bambang Muliansyah selaku Ps. Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Dompu.
Dalam arahannya, AIPDA Bambang Muliansyah menekankan kepada personel satpam agar selalu melaksanakan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, menjaga sikap tampang, memberikan pelayanan humanis kepada nasabah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan perbankan.
Selain itu, personel satpam juga diingatkan agar memahami prosedur penanganan keadaan darurat seperti kebakaran, keributan maupun situasi darurat lainnya demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di area bank.
Kasat Binmas Polres Dompu AKP Makrus, S.Sos menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan dan pengawasan terhadap personel satpam rutin dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas Polri dengan satuan pengamanan dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Satpam merupakan mitra Polri di lingkungan kerja masing-masing sehingga kami berharap seluruh personel satpam dapat melaksanakan tugas secara profesional, disiplin dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKP Makrus.
Ia juga menekankan agar personel satpam selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap aktivitas mencurigakan serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila terjadi gangguan keamanan maupun keadaan darurat.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilakukan Sat Binmas Polres Dompu kepada satuan pengamanan di lingkungan perbankan.
“Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, kedisiplinan dan kesiapsiagaan personel satpam sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan lingkungan kerja serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ungkap IPTU Nyoman.
Selama kegiatan berlangsung situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.
Related News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.