Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PAMAPTA II Polres Dompu melaksanakan kegiatan patroli cipta kondisi (Cipkon) di wilayah hukum Polres Dompu, Jumat malam (22/5/2026).
Kegiatan patroli berlangsung mulai pukul 21.40 WITA hingga 22.55 WITA dengan melibatkan personel piket Provost, SPKT, Intelkam, Reskrim dan Lalu Lintas yang dipimpin langsung oleh PAMAPTA II Polres Dompu, IPDA Mutaqin.
Sebelum pelaksanaan patroli, IPDA Mutaqin memimpin apel malam sekaligus memberikan arahan dan penekanan (APP) kepada personel yang terlibat agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis dan tetap mengedepankan langkah preventif dalam menjaga situasi kamtibmas.
Dalam patroli tersebut, personel melakukan penertiban kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot racing serta melakukan pengecekan penjualan minuman keras di sekitar Pasar Dompu guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang Idul Adha.
Selain itu, personel juga melaksanakan patroli mobile dan dialogis di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas seperti Kelurahan Kandai II, Simpasai, Karijawa khususnya di kawasan Jembatan AKJ, Kelurahan Bada, Bali dan Dorotangga.
Patroli turut menyasar kelompok remaja yang masih berkumpul pada malam hari dengan memberikan imbauan kamtibmas agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Dalam kesempatan tersebut, personel juga melakukan pemeriksaan barang bawaan dan pengecekan jok kendaraan guna mengantisipasi adanya barang berbahaya maupun potensi tindak pidana.
IPDA Mutaqin menyampaikan bahwa kegiatan patroli rutin tersebut merupakan langkah preventif Polres Dompu dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami mengimbau kepada generasi muda agar tidak terlibat dalam aksi yang dapat mengganggu kamtibmas, serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan demi terciptanya situasi yang kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Dompu, AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu, IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan patroli yang dilakukan personel PAMAPTA II Polres Dompu.
Menurutnya, patroli cipta kondisi merupakan langkah nyata Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
“Kegiatan patroli ini diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Hingga kegiatan berakhir, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Dompu terpantau aman, tertib dan kondusif.
Related News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.