Mataram, NTB – Menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) merupakan cita-cita yang membutuhkan perjuangan, kedisiplinan, dan kesiapan diri. Untuk memastikan para generasi muda memahami pentingnya persiapan serta mekanisme seleksi yang benar, Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram melaksanakan pengecekan sekaligus memberikan pengarahan kepada calon peserta seleksi penerimaan prajurit TNI AD Calon Bintara (Caba) dan Calon Tamtama (Cata) Tahun Anggaran 2027.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han)., mengecek kesiapan para calon pendaftar sekaligus memberikan pembekalan sebagai bekal menghadapi seluruh tahapan seleksi. Perhatian khusus diberikan pada kesiapan fisik, kesehatan, mental, kepribadian, serta integritas setiap calon prajurit.
Di hadapan para peserta, Dandim menegaskan, “keberhasilan mengikuti seleksi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan, keteguhan mental, perilaku yang baik, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri,” tegasnya dihadapan ratusan Calon yang berada di halaman Makodim 1606/Mataram, Kamis (5/11/2026).
Persiapkan Diri, Jaga Kesehatan dan Integritas
Dandim mengingatkan seluruh calon peserta agar menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui latihan fisik secara teratur. Selain itu, para peserta diminta menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan masa depan, khususnya perbuatan asusila dan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, calon prajurit harus memiliki karakter yang kuat sejak awal. Sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan mengendalikan diri merupakan nilai penting yang harus tertanam dalam diri setiap generasi muda yang ingin mengabdikan hidupnya kepada bangsa dan negara.
Tidak kalah penting, Dandim mengajak para calon peserta untuk memperkuat keimanan dan senantiasa menjalankan ibadah sesuai agama serta kepercayaan masing-masing.
“Persiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Jaga kesehatan, tingkatkan kemampuan fisik, pelihara sikap dan perilaku, serta jauhi narkoba maupun segala bentuk perbuatan yang dapat merusak masa depan. Jangan lupa berdoa dan beribadah, karena usaha harus diiringi dengan doa dan kepribadian yang baik,” tegas Dandim, Kolonel Inf Nyarman.
Seleksi Gratis, Jangan Percaya Janji Kelulusan
Salah satu penekanan utama dalam pengarahan tersebut adalah komitmen TNI AD untuk menyelenggarakan proses penerimaan prajurit secara transparan, objektif, dan akuntabel.
Dandim secara tegas mengingatkan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya. Karena itu, masyarakat, khususnya para calon peserta dan keluarga, diminta tidak mudah percaya terhadap oknum yang menawarkan bantuan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang.
“Jangan pernah percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Masuk menjadi prajurit TNI AD tidak dipungut biaya atau gratis. Tidak ada sogok-menyogok maupun jalur belakang. Kelulusan ditentukan berdasarkan kemampuan, hasil seleksi, dan terpenuhinya persyaratan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar para calon peserta tidak menggunakan jasa perantara atau calo dalam proses penerimaan. Apabila menemukan praktik yang mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melaporkannya melalui saluran resmi yang tersedia.
Calon Peserta Siap Berjuang dengan Kemampuan Sendiri
Arahan tersebut mendapat perhatian positif dari para calon peserta. Mereka memahami bahwa kesempatan menjadi bagian dari TNI AD harus diperjuangkan melalui persiapan yang matang, kedisiplinan, serta kejujuran dalam mengikuti setiap tahapan seleksi.
Salah seorang perwakilan calon peserta menyampaikan apresiasi atas perhatian dan arahan yang diberikan Dandim. Menurutnya, pengarahan tersebut menjadi motivasi sekaligus pengingat bahwa keberhasilan harus diraih melalui kemampuan sendiri, bukan dengan mengandalkan bantuan pihak lain.
“Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan motivasi yang diberikan. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk lebih disiplin mempersiapkan diri, menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, serta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan jujur. Kami siap berusaha dan berdoa agar dapat meraih cita-cita menjadi prajurit TNI AD melalui kemampuan sendiri,” ungkapnya.
Wujudkan Prajurit Profesional dari Generasi Berintegritas
Di akhir kegiatan, Dandim kembali berpesan agar seluruh calon peserta tetap menjaga semangat, percaya pada kemampuan diri sendiri, serta tidak mudah terpengaruh oleh tawaran yang menjanjikan kelulusan secara instan.
Baginya, proses seleksi bukan sekadar tahapan untuk memperoleh status sebagai prajurit, melainkan juga menjadi langkah awal membentuk karakter calon abdi negara yang memiliki disiplin, loyalitas, integritas, dan tanggung jawab.
Melalui pengarahan ini, diharapkan para calon Bintara dan Tamtama TNI AD Tahun Anggaran 2027 semakin memahami pentingnya kesiapan diri sekaligus memperoleh informasi yang benar mengenai mekanisme penerimaan prajurit.
“Raih cita-cita menjadi prajurit TNI AD dengan usaha, doa, disiplin, dan kemampuan sendiri. Jangan tergiur janji kelulusan melalui jalur belakang. Ingat, seleksi TNI AD gratis dan kesempatan harus diperjuangkan dengan jujur,” pungkas Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han)., Dandim 1606/Mataram.





