Bhabinkamtibmas Desa Kempo Polsek Kempo, AIPDA Ibrahim melaksanakan kegiatan pemantauan sekaligus membantu warga menjemur hasil panen jagung milik Bpk. Mukhlis di Dusun Doro Ala, Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Rabu (20/5/2026).
Lahan jagung seluas 50 are tersebut menggunakan varietas jagung hibrida merk ADV dengan usia tanaman sekitar 120 hari dan estimasi hasil panen mencapai 4 hingga 5 ton. Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada petani agar terus berinovasi memanfaatkan lahan pertanian maupun pekarangan untuk meningkatkan hasil produksi dan perekonomian keluarga.
Selain itu, warga juga diimbau agar selalu berkoordinasi dengan pihak penyuluh pertanian lapangan (PPL) apabila mengalami kendala teknis maupun kesulitan memperoleh sarana dan prasarana pertanian.
Kapolsek Kempo, IPTU Agustamin, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan personel Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami menginstruksikan seluruh personel Bhabinkamtibmas agar terus mendampingi dan memotivasi masyarakat petani, termasuk mengarahkan warga untuk menyalurkan hasil panen ke gudang Bulog guna mendukung ketersediaan pangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika mengapresiasi keterlibatan aktif personel Polsek Kempo dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat, rasa aman, serta membantu menyukseskan program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Related News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.