Sumbawa Besar, NTB — Tim Opsnal Polres Sumbawa berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi di Jalan Lintas PPN-Simpang Boak, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa. Seorang pria berinisial S alias B (39) berhasil diringkus petugas di sebuah warung di wilayah Simpang Boak, Kelurahan Sama Puin, Kecamatan Unter Iwes, Kamis pagi (21/05/2026).
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku berinisial S alias B diamankan atas laporan korban berinisial MS (29) terkait pencurian yang terjadi pada 14 April 2026 lalu.
“Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, Tim Opsnal yang dipimpin Kanit Pidum Aiptu Arifin Setioko, S.Sos berhasil mengendus keberadaan pelaku. Saat diamankan, terduga pelaku mengakui perbuatannya melakukan pencurian di rumah korban bersama rekannya yang berinisial O (saat ini dalam status lidik),” ujar Kasat Reskrim.
Peristiwa bermula saat korban meninggalkan rumahnya yang sedang dalam tahap renovasi untuk pergi ke Kecamatan Lantung pada 13 April 2026. Keadaan rumah saat itu dititipkan kepada tukang bangunan yang juga merupakan kerabat korban.
Keesokan harinya, Selasa (14/04/2026), korban mendapat kabar dari saksi bahwa rumahnya telah dibobol maling. Pelaku diketahui masuk melalui pintu depan dengan merusak pintu triplek, lalu merusak pintu kamar tidur dan mengacak-acak lemari. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Stylo warna hitam dengan Nopol EA 6091 DD, kunci motor, BPKB, tabung gas 3kg dan 5kg, serta sejumlah peralatan tukang berupa mesin gerinda dan alat potong keramik.
Setelah menerima laporan, Tim Opsnal Polres Sumbawa melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya mendapatkan informasi akurat mengenai posisi pelaku. Tepat pada pukul 09.30 WITA, petugas melakukan penggerebekan di sebuah warung di wilayah Simpang Boak dan berhasil mengamankan pelaku S alias B tanpa perlawanan.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Stylo warna hitam milik korban. Saat ini, terduga pelaku telah dibawa ke Mako Polres Sumbawa dan diserahkan kepada penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Kami terus melakukan pengejaran terhadap rekan pelaku berinisial O yang identitasnya sudah kami kantongi. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya hal-hal yang mencurigakan di lingkungannya,” tutup AKP Dwi Kurniawan. (Hps)
Related News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.