Dalam upaya mempererat hubungan emosional dan pendekatan keagamaan antara Polri dengan masyarakat, Ps Kanit Binpolmas Polres Dompu, AIPDA Saufan, melaksanakan kegiatan sebagai khotib dan imam Sholat Jumat di Masjid Al Khair, Lingkungan Sawete Timur, Kelurahan Bali Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Jumat (22/5/2026) pukul 12.15 WITA.
Kegiatan ibadah tersebut diikuti sekitar 400 jamaah dan berlangsung dengan aman, tertib serta penuh khidmat hingga selesai pada pukul 13.00 WITA.
Dalam khutbah Jumat yang disampaikan, AIPDA Saufan mengangkat tema tentang “Keutamaan Bulan Zulhijjah”, yang berisi ajakan kepada jamaah untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan serta memperbanyak amal ibadah di bulan yang penuh keutamaan tersebut.
Kehadiran anggota Polri sebagai khotib dan imam mendapat respon positif dari masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut dinilai mampu membangun hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan religi.
Kasat Binmas Polres Dompu, AKP Makrus, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
“Kegiatan safari Jumat yang dilaksanakan anggota Polri ini bertujuan untuk memperkuat hubungan keagamaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Dompu, AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu, IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan personel Sat Binmas tersebut.
Menurutnya, keterlibatan anggota Polri dalam kegiatan keagamaan memberikan dampak positif dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat serta meningkatkan citra humanis Polri di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini diharapkan terus dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung aman, lancar dan mendapat sambutan hangat dari para jamaah Masjid Al Khair.
Related News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.