MATARAM, NTB – Dalam rangka mendukung penuh program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) terus memperkuat komitmen pelayanan yang humanis dan dekat dengan warga. Komitmen ini diwujudkan langsung oleh Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., melalui kegiatan Subuh Keliling (Subling) yang bertempat di Masjid Al-Hidayah, Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (24/10/2026) dini hari.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 04.00 WITA tersebut diikuti oleh jemaah dan warga sekitar. Selain melaksanakan ibadah shalat Subuh berjamaah, momentum ini dimanfaatkan jajaran Polda NTB untuk membangun dialog terbuka serta mempererat tali silaturahmi bersama masyarakat setempat.
Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., menyampaikan bahwa program Subuh Keliling merupakan ruang komunikasi langsung yang efektif untuk menyerap masukan, kritik, maupun aspirasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan pemukiman warga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Kami sangat terbuka terhadap masukan warga. Komunikasi seperti ini penting agar kepolisian bisa memahami kebutuhan dan persoalan riil yang dirasakan masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho usai kegiatan.
Di samping mendengarkan aspirasi warga, Wakapolda NTB juga memberikan imbauan kamtibmas. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, serta mewaspadai penyebaran paham radikal yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan.
“Mari kita jaga kerukunan, saling menghormati, dan segera melaporkan kepada petugas jika menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Melalui implementasi program Polisi Bersama Masyarakat, Polda NTB secara konsisten mendorong pola pendekatan yang humanis dan responsif. Kedekatan yang terbangun secara dialogis ini diharapkan tidak hanya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, tetapi juga semakin meningkatkan kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Polri.
“Kepercayaan masyarakat tumbuh melalui kehadiran, kepedulian, dan pelayanan yang dirasakan langsung. Kami ingin terus membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” tutup Wakapolda..





