Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan personel kepada Tuhan Yang Maha Esa, Polres Dompu melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) serta yasinan di Masjid Miftahul Jannah Polres Dompu, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag SDM Polres Dompu AKP Ramli, S.H dan diikuti para Kasatfung, Ketua PP Polri Kabupaten Dompu, para perwira, bintara serta ASN Polres Dompu yang beragama Islam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kasat Binmas Polres Dompu AKP Makrus, S.Sos, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin dan zikir oleh AIPDA Saufan serta doa bersama yang dipimpin AKP Makrus, S.Sos.
Dalam penyampaiannya sebelum pelaksanaan Binrohtal dan yasinan, Kasat Binmas Polres Dompu AKP Makrus, S.Sos mengajak seluruh personel untuk menjadikan kegiatan keagamaan sebagai sarana introspeksi diri dan penguatan mental spiritual dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Kegiatan Binrohtal dan yasinan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan, memperkuat mental serta menanamkan nilai-nilai moral dan etika dalam diri setiap personel, sehingga pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan dengan penuh rasa tanggung jawab dan keikhlasan,” ujar AKP Makrus.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan rohani rutin dilaksanakan sebagai upaya memperdalam keyakinan dan ketaatan personel kepada Allah SWT.
“Melalui kegiatan Binrohtal dan yasinan ini diharapkan seluruh personel Polres Dompu dapat menanamkan nilai-nilai norma agama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga tercipta pribadi anggota Polri yang humanis, profesional dan berintegritas,” ungkap IPTU Nyoman.
Kegiatan Binrohtal dan yasinan berlangsung dengan khidmat, aman dan lancar.
Related News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.