Tak Kenal Malu, Warga Geguntur Semangat Belajar

Mataram, NTB — Dari sebuah rumah sederhana di Lingkungan Geguntur, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, semangat untuk belajar kembali tumbuh. Di tempat tersebut, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) hadir bukan hanya untuk menjalankan tugas kewilayahan, tetapi juga membantu warga yang belum memiliki kemampuan membaca dan menulis.

 

Babinsa Jempong Baru, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan, Serka Samsuri, melaksanakan pendampingan sekaligus mengajar warga belajar membaca dan menulis, Kamis malam (20/8/2026).

 

Kegiatan berlangsung sederhana dan penuh suasana kekeluargaan. Materi pembelajaran diberikan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing warga. Pendekatan tersebut dilakukan agar warga dapat belajar dengan nyaman tanpa merasa malu ataupun tertekan.

 

Belajar dari Hal Paling Dasar

 

Serka Samsuri memberikan materi mulai dari mengenal huruf, mengeja kata, menulis nama sendiri hingga membaca kalimat sederhana. Setiap warga diberi kesempatan untuk mencoba secara perlahan.

 

Menurut Serka Samsuri, proses belajar tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas. Kepedulian terhadap pendidikan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk melalui pendampingan sederhana kepada warga yang membutuhkan.

 

“Kami berharap kegiatan belajar ini dapat meningkatkan kepercayaan diri warga. Jangan pernah merasa malu untuk belajar, karena tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan,” ujar Serka Samsuri.

 

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Babinsa terhadap masyarakat di wilayah binaan. Selain melaksanakan pembinaan teritorial, Babinsa berupaya memberikan manfaat secara langsung melalui kegiatan sosial dan pendidikan.

 

Warga Mulai Berani Membaca

 

Salah seorang warga, Sahri (50), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Baginya, kemampuan membaca dan menulis memiliki peran penting dalam aktivitas sehari-hari.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa yang sudah mau mengajari kami. Sebelumnya saya merasa kesulitan ketika harus membaca atau menulis. Sekarang saya mulai berani belajar dan mencoba sendiri,” ungkap Sahri.

 

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa belajar tidak mengenal usia. Dari sebuah rumah warga, langkah kecil untuk mengenal huruf dan kata dapat menjadi pintu menuju kemandirian.

 

Melalui kegiatan ini, Babinsa Jempong Baru menunjukkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan kewilayahan. Lebih dari itu, kepedulian terhadap pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari pengabdian.

 

Semangat belajar yang tumbuh di Lingkungan Geguntur diharapkan terus terjaga. Sebab, ketika keberanian untuk belajar tumbuh, kesempatan untuk menjadi lebih mandiri pun semakin terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *