Lombok Barat, NTB — Kepulan asap yang muncul dari rumpun bambu di tepi sungai Dusun Barat Kubur, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, mengundang perhatian warga. Tanpa menunggu api meluas, warga bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sesela, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari segera melakukan upaya pemadaman awal sebelum satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Berkat respons cepat tersebut, kebakaran yang menghanguskan area kebun bambu dan pisang seluas kurang lebih 20 are itu berhasil dipadamkan satu jam kemudian, Jumat (16/10/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.10 WITA, tepatnya di RT 05 Dusun Barat Kubur, di sebelah utara lapangan sepak bola Desa Sesela. Lokasi kebakaran berada di pinggir sungai, dekat jembatan yang menjadi perbatasan antara Dusun Barat Kubur, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, dan Dusun Perempung, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar.
Babinsa dan Warga Bergerak Cepat
Informasi awal kebakaran diterima Babinsa Sesela, Koramil 1606-07/Gunungsari, Sertu Sopian Hadi, melalui sambungan telepon dari Ketua RT 05, Heriyanto. Setelah menerima laporan tersebut, Babinsa segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Sambil menunggu kedatangan petugas, Babinsa bersama sejumlah warga berupaya mengendalikan api menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan air sungai yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sekitar pukul 18.30 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 19.30 WITA.
Babinsa Sesela, Sertu Sopian Hadi, mengatakan bahwa kecepatan pelaporan dan kerja sama warga menjadi bagian penting dalam penanganan awal peristiwa tersebut.
“Begitu menerima laporan dari Ketua RT, kami segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan menuju lokasi untuk melakukan pemantauan. Bersama warga, kami berupaya melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas tiba. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran,” ujar Sertu Sopian Hadi.
Saksi Sebut Lokasi dalam Kondisi Sepi
Ketua RT 05 Dusun Barat Kubur, Heriyanto, bersama Kepala Dusun Barat Kubur, Zamharir, menjadi saksi dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan awal, lokasi kebakaran saat kejadian relatif sepi dan tidak terdapat aktivitas masyarakat. Area tersebut diketahui hanya ditumbuhi rumpun bambu dan pohon pisang.
Heriyanto menyampaikan bahwa informasi kebakaran segera diteruskan kepada Babinsa agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kami melihat adanya kebakaran di area kebun dan segera melaporkannya kepada Babinsa. Harapannya, api bisa cepat ditangani sehingga tidak merembet ke area lain dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ungkap Heriyanto.
Sementara itu, Zamharir mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama ketika melihat asap atau api di area kebun yang berdekatan dengan permukiman maupun fasilitas umum.
“Kami berharap warga semakin peduli terhadap lingkungan dan tidak menganggap sepele apabila melihat tanda-tanda kebakaran. Informasi yang cepat sangat membantu agar petugas bisa segera melakukan penanganan,” ujarnya.
Tidak Ada Korban Jiwa, Penyebab Masih Didalami
Berdasarkan laporan awal, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil juga dilaporkan nihil. Meski demikian, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Dugaan adanya unsur kesengajaan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut, sementara pihak yang diduga bertanggung jawab belum diketahui.
Babinsa bersama unsur terkait melakukan pemantauan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan. Koordinasi dengan pemerintah desa juga dilakukan untuk meningkatkan langkah pencegahan kebakaran di lingkungan masyarakat.
Warga Diimbau Tidak Membakar Sampah Sembarangan
Sebagai langkah antisipasi, Babinsa dan pemerintah desa berkoordinasi untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi dan video testimoni. Warga diingatkan agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kejadian yang berpotensi memicu kebakaran.
Seorang warga yang turut membantu pemadaman berharap kesadaran masyarakat terus meningkat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kalau melihat asap atau api, sebaiknya segera beri tahu aparat dan warga sekitar. Kita harus saling membantu supaya kebakaran tidak meluas dan lingkungan tetap aman,” tutur warga tersebut.
Peristiwa di Dusun Barat Kubur menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara Babinsa, warga, pemerintah desa, dan petugas pemadam kebakaran diharapkan terus diperkuat demi menjaga keamanan serta mencegah terjadinya kebakaran di wilayah Lombok Barat.


