Forest Trekking Bukit Malang Durian Tarik 500 Pengunjung

Lombok Barat, NTB — Suasana berbeda terasa di Dusun Longserang Barat Puncak, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Ratusan masyarakat dan pengunjung menapaki jalur hijau dalam kegiatan Forest Trekking sekaligus Launching Wisata Alam Bukit Malang Durian, yang digelar menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu siang (16/8/2026).

Sekitar ±500 pengunjung diperkirakan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga diperkenalkan dengan potensi wisata berbasis lingkungan yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Langko, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada Serka Muhammad Faesal, turut hadir dan ikut mendukung kegiatan yang berlangsung tersebut. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari upaya membangun sinergi bersama pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat, serta unsur terkait dalam mengembangkan potensi wilayah.

Wisata Alam Sekaligus Penggerak Ekonomi Warga

Launching Bukit Malang Durian tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pengembangan kawasan ini diarahkan untuk memperkenalkan destinasi wisata baru kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.

“Dengan hadirnya wisatawan, sektor usaha masyarakat seperti UMKM, parkir, jasa lokal, hingga berbagai kebutuhan pendukung wisata diharapkan ikut berkembang. Dalam jangka panjang, keberadaan destinasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli desa serta menarik investasi untuk pengembangan fasilitas wisata,” ujar Babinsa Langko.

Di sisi lain, konsep Forest Trekking membawa pesan penting tentang pelestarian lingkungan. Pengunjung diajak menikmati keindahan alam sekaligus memahami pentingnya menjaga hutan dan ekosistem di dalamnya.

Edukasi Konservasi Jadi Bagian Penting

Pengelolaan wisata diarahkan pada konsep ecotourism atau wisata ramah lingkungan. Karena itu, aspek keselamatan, kebersihan, dan kelestarian alam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kawasan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan uji coba jalur trekking dan pengenalan sejumlah fasilitas pendukung, seperti toilet, pos jaga, serta papan petunjuk. Pengunjung juga diberikan pemahaman mengenai aturan berwisata, jam operasional, larangan selama berada di kawasan, serta aspek keselamatan selama melakukan trekking.

Langkah tersebut diharapkan membuat Bukit Malang Durian tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin peduli terhadap lingkungan.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Destinasi Pariwisata NTB Candra, Kadis LHK Kabupaten Lombok Barat Busyairi, Camat Lingsar Marzuki, S.A.P., Pj. Kepala Desa Persiapan Longserang Yudi, Babinsa Desa Langko Serka Muhammad Faesal, Bhabinkamtibmas Desa Langko Aiptu Agung Suartama, serta unsur pemerintah dan masyarakat lainnya.

Turut hadir perwakilan Kepala Balai KPH Wilayah I, Kepala Unsur Kewilayahan Longserang Barat Puncak Muhadi, S.Pd., Ketua BPD Desa Langko Suhardi Idris, S.E., petugas kesehatan Puskesmas Sigerongan Evi Diana, Amd.Keb., serta Linmas Desa Langko.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan wisata alam membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, aparat kewilayahan dan masyarakat memiliki peran penting agar potensi alam dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestariannya.

Kepala Desa Langko Mawardi, S.H., berharap, “Forest Trekking Bukit Malang Durian pun diharapkan menjadi langkah awal lahirnya destinasi wisata baru di Kecamatan Lingsar. Bukan hanya menawarkan perjalanan menyusuri alam, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat melalui pariwisata yang tumbuh bersama lingkungan.,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *