Lombok Barat, NTB – Kepedulian dan gerak cepat aparat kewilayahan bersama masyarakat menjadi garda terdepan saat kebakaran hutan melanda Dusun Kondong, Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.30 WITA itu diperkirakan menghanguskan ±40 hektare lahan. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung bersama Bhabinkamtibmas dan warga setempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kebakaran tidak semakin meluas, Selasa (13/10/2026) siang.
Babinsa Desa Mareje, Sertu Muhammad Burhanudin, segera bersinergi dengan Bhabinkamtibmas Aipda Ishak, Kepala Dusun Kondong Nursin, serta masyarakat untuk melakukan penanganan di lokasi kebakaran. Di tengah keterbatasan sarana pemadaman, kepedulian dan kerja sama warga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi tersebut.
“Berdasarkan dugaan awal, kebakaran diperkirakan dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan kecil yang dianggap sepele dapat menimbulkan dampak besar ketika dilakukan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan,” terang Sertu Muhammad Burhanudin.
Bersama Masyarakat, Berupaya Mencegah Api Meluas
Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia. Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga bahu-membahu menangani kebakaran sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dalam kejadian tersebut, kerugian materiil dilaporkan nihil. Meski demikian, luas lahan yang terdampak menjadi perhatian bersama, mengingat kebakaran hutan dan lahan berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan serta mengancam kawasan di sekitarnya apabila tidak segera ditangani.
Kehadiran aparat kewilayahan bersama masyarakat juga mencerminkan pentingnya sinergi dalam menghadapi keadaan darurat. Tidak hanya melakukan upaya pemadaman, mereka turut mengedepankan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Puntung Rokok Bukan Hal Sepele
Setelah kejadian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Dusun Kondong mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang ditumbuhi rumput kering, semak belukar, maupun vegetasi yang mudah terbakar.
“Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api di sekitar kawasan hutan dan lahan. Pelaporan sejak dini dapat membantu mempercepat penanganan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.” Ucap Nursin, Kepala Dusun Kondong.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir tokoh masyarakat Nursilah dan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Salman. Kehadiran unsur pemerintahan dusun, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat memperlihatkan pentingnya kebersamaan dalam menjaga lingkungan.
Sertu Muhammad Burhanudin, menegaskan “Peristiwa kebakaran di Dusun Kondong menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan kesadaran setiap warga. Dengan menghindari tindakan yang berpotensi memicu api dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat dapat berperan aktif mencegah kebakaran sejak dini,” tegas Babinsa Mareje Koramil 1606-04/Gerung ini.
Seluruh rangkaian kegiatan penanganan berlangsung aman dan lancar. Sinergi Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat dusun, serta masyarakat diharapkan terus terjaga demi menciptakan lingkungan yang aman, terlindungi, dan terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.





